Dikejar dead line, begitulah tampak yang terlihat dari kondisi dan suasana lingkungan suatu lokasi wisata kuliner di desa Penggalaman Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Masih mentah dan tanpa konsep yang jelas! Padahal hari minggu ketika kami berkunjung ke sana bersama keluarga besar dari luar provinsi berangan-angan menemukan suasana kuliner banjaris yang menyenangkan. Namun, kelimpungan setelah memasuki lokasi wisata kuliner tersebut. Konsep yang disajikan belum dirancang secara alami. Padahal lingkungan alam sudah mendukung sekali sebagai simbol kota air, namun aktivitas blok-blok kuliner yang ditampilkan terasa jauh dari makna simbol tersebut. Kami sempat kebingungan mencari tempat sampah untuk membuang sisa-sisa makanan kecil dan nyaris melempar ke area danau yang bening tapi tak tega! Kuliner yang disajikan cukup mumpuni, ada soto abah anang bapukah sebagai icon kuliner kota bajarmasin yang cukup terkenal, ada ayam goreng kalasan sebagai icon kota Jogya, ada ikan bakar dengan berbagai variasi bumbu masak, serta kios-kios kecil yang menyediakan makanan ringan seperti bakso, mie ayam, gado-gado, pencok cingur manis, dan aneka minuman. Bukankah ini sebuah kuliner yang mengundang rasa berbagai selera lidah nusantara. Seandainya sedikit sentuhan kenyamanan, jalur pintu masih blok kuliner yang tersendiri serta blok game bananas boat yang tersusun baik tanpa harus tumpang tindih dengan blok game lain, pasti asyik lho!
Tapi aq berbaik sangka. Mungkin ini soft openning! Sehingga konsep yang disajikan hanya untuk mengejar detik-detik lebaran saja. Ke depan aq berharap wisata kuliner penggalaman menjadi salah satu tujuan warga masyarakat yang memikat tanpa harus menjiplak konsep tempat wisata sejenis yang sudah ada. Lahirkan inovasi baru yang berciri khas desa penggalaman. Misalnya, ayam bakar penggalaman (maksudnya membakar ayam pakai kayu galam) atau ikan sapat susun galam (wah ini bumbunya apa, ya) lebih nikmat sebelum tersaji pesanan disuguhkan jus akar galam dan kue lapis kulit galam etc.
Jujur, aja dengan adanya tempat wisata yang berjarak cukup dekat dengan kota Banjarmasin ini sangat menggugah selera kuliner. Namun tanpa kesan yang menyenangkan pengunjung tentu sulit menarik pelanggan. Perhatikan hal-hal kecil seperti tempat sampah, lokasi parkir yang tidak bikin ban amblas, atau musik yang nyaring tapi nggak nyaman di telinga karena cuma bising yang terdengar. Oh, ya bedakan pintu masuk antara blok kuliner dengan lokasi game-game sehingga nggak menganggu ketika asyik makan orang lewat bolak-balik (fotocopy, kale)
bertambah satu lagi, tempat santai wisata kuliner dengan konsep lingkungan alami penggalaman! Bravo




Foto fotony mana neh pak, ulun belum sempat kesan, jadi penasaran………..
itu yang selama ini ngganjel blog ku, belum pintar2 nya mengupload foto hingga kacau……… terus
Bravo untuk tempat wisata kuliner Penggalaman … terus berbenah
minta ijin untuk direkomendasikan pada Halte Blogger BPost tiap hari kamis.
postingan ini telah dimuat pada Halte blogger Banjarmasin Post (16 September 2010: Hal. 1)
bung, ma kasih kalau tulisan ini diposting b’post …………… wah lama juga sudah nggak ngoran……. biar nanti lebih jurnalis dikit nulis ah…… siapa tahun masuk posting lagi…ya salam sastra!